Sejarah dan Perkembangan Desa Windusari

Budi Santoso
12 Desember 2024
10 menit membaca
Sejarah dan Perkembangan Desa Windusari

Menelusuri perjalanan Desa Windusari dari masa ke masa. Dari desa tradisional hingga menjadi desa modern yang terus berkembang.

Sejarah dan Perkembangan Desa Windusari

Asal Usul Nama Windusari

Nama "Windusari" berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa: "Windu" yang berarti delapan tahun atau periode waktu, dan "Sari" yang berarti inti atau yang terbaik. Menurut cerita turun-temurun, desa ini didirikan oleh para sesepuh dengan harapan menjadi tempat yang berkembang dan memberikan hasil terbaik setiap periode waktu.

Masa Pra-Kemerdekaan

Abad ke-19

Wilayah Windusari pada masa kolonial Belanda merupakan bagian dari kawasan perkebunan dan pertanian. Penduduk setempat banyak bekerja sebagai buruh tani dengan sistem tanam paksa.

Masa Perjuangan

Selama masa perjuangan kemerdekaan, Desa Windusari menjadi salah satu basis perlawanan. Banyak pemuda desa yang bergabung dengan laskar perjuangan.

Era Kemerdekaan (1945-1970)

Pembentukan Desa

Secara resmi, Desa Windusari dibentuk pada tahun 1952 dengan kepala desa pertama adalah Mbah Kartoredjo. Pada masa ini, desa masih sangat tradisional dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani.

Infrastruktur Awal

  • Jalan setapak menghubungkan antar dusun
  • Irigasi sederhana dari sungai
  • Tidak ada listrik
  • Pendidikan terbatas
  • Era Pembangunan (1970-2000)

    Revolusi Hijau

    Tahun 1970-an membawa perubahan besar dengan program revolusi hijau. Petani Windusari mulai mengenal:

  • Bibit unggul
  • Pupuk kimia
  • Pestisida modern
  • Sistem irigasi teknis
  • Modernisasi

    **1975:** Listrik masuk desa

    **1980:** Jalan desa diaspal

    **1985:** SD Windusari dibangun

    **1990:** Balai desa direnovasi

    **1995:** Air bersih mengalir

    Era Reformasi (2000-2015)

    Otonomi Desa

    Dengan otonomi daerah, desa mendapat kewenangan lebih besar dalam pengelolaan pembangunan. Dana desa mulai dialokasikan untuk:

  • Infrastruktur jalan
  • Fasilitas umum
  • Pemberdayaan masyarakat
  • Pengembangan ekonomi
  • Perkembangan Ekonomi

  • Munculnya UMKM kerajinan
  • Pengolahan hasil pertanian
  • Koperasi desa aktif
  • Pasar desa berkembang
  • Era Digital (2015-Sekarang)

    Transformasi Digital

    Windusari tidak ketinggalan dalam era digital:

  • Internet masuk ke desa (2016)
  • Website desa diluncurkan (2018)
  • E-government untuk pelayanan
  • UMKM go online
  • Program Unggulan

  • **Desa Wisata** - Mengembangkan potensi wisata alam
  • **Pertanian Organik** - Kembali ke alam
  • **Kampung Digital** - Literasi digital untuk warga
  • **Smart Village** - Teknologi untuk pelayanan
  • Kepala Desa dari Masa ke Masa

    1. Mbah Kartoredjo (1952-1967)

    Kepala desa pertama yang meletakkan fondasi desa. Fokus pada pertanian dan kerukunan warga.

    2. Pak Suparman (1967-1985)

    Era modernisasi awal. Menghadirkan listrik dan jalan aspal ke desa.

    3. Pak Sutarjo (1985-2005)

    Masa pembangunan pesat. Pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas.

    4. Ibu Siti Aminah (2005-2015)

    Kepala desa perempuan pertama. Fokus pada pemberdayaan perempuan dan UMKM.

    5. Pak Bambang Wijaya (2015-sekarang)

    Era digital dan inovasi. Membawa Windusari menjadi desa modern.

    Demografi dan Populasi

    Perkembangan Jumlah Penduduk:

  • 1952: ±500 jiwa
  • 1970: ±1.200 jiwa
  • 1990: ±2.500 jiwa
  • 2010: ±4.200 jiwa
  • 2024: ±5.800 jiwa
  • Komposisi:

  • Petani: 45%
  • Buruh: 20%
  • UMKM: 18%
  • PNS/Swasta: 12%
  • Lainnya: 5%
  • Prestasi dan Penghargaan

    Tingkat Kabupaten:

  • Juara 1 Desa Berprestasi (2018)
  • Desa Terbersih (2019, 2021)
  • Desa Inovatif (2022)
  • Tingkat Provinsi:

  • Desa Wisata Terbaik (2020)
  • Desa Digital Terbaik (2023)
  • Tradisi dan Budaya

    Upacara Adat:

  • **Bersih Desa** - Setiap tahun setelah panen
  • **Sedekah Bumi** - Syukuran hasil pertanian
  • **Ngalap Berkah** - Ziarah makam leluhur
  • Kesenian:

  • Wayang Kulit
  • Kuda Lumping
  • Jathilan
  • Karawitan
  • Potensi dan Tantangan

    Potensi:

  • Lahan pertanian subur
  • Sumber daya manusia produktif
  • Lokasi strategis
  • Budaya yang kuat
  • Semangat gotong royong tinggi
  • Tantangan:

  • ✗ Urbanisasi anak muda
  • ✗ Ketergantungan pupuk kimia
  • ✗ Perubahan iklim
  • ✗ Persaingan pasar global
  • ✗ Regenerasi petani
  • Visi Masa Depan

    Windusari 2030:

  • **Desa Mandiri** - Ekonomi kuat dan berkelanjutan
  • **Desa Cerdas** - SDM berkualitas dan berdaya saing
  • **Desa Sejahtera** - Kesejahteraan merata
  • **Desa Ramah Lingkungan** - Pertanian organik dan energi terbarukan
  • **Desa Wisata Unggul** - Destinasi wisata desa terkemuka
  • Kesimpulan

    Perjalanan Desa Windusari dari desa tradisional menjadi desa modern menunjukkan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan semangat gotong royong, kemajuan pasti bisa diraih. Generasi muda Windusari diharapkan dapat melanjutkan estafet pembangunan desa menuju masa depan yang lebih cerah.


    *Artikel ini disusun berdasarkan arsip desa, wawancara dengan sesepuh, dan dokumentasi sejarah lokal.*

    Tentang Penulis

    Budi Santoso

    Kontributor aktif dalam pengembangan konten edukatif untuk masyarakat Desa Girimulyo.